KEEROM, 25 Juli 2025 — Sebanyak 21 mahasiswa program studi Antropologi Sosial telah resmi menutup rangkaian kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 di Kampung Kwimi, wilayah Arso II, Kabupaten Keerom. Acara penutupan ini menandai berakhirnya masa pengabdian sekaligus penelitian lapangan yang telah berlangsung selama dua pekan, terhitung sejak tanggal 11 hingga 25 Juli 2025.
Selama 14 hari berada di tengah-tengah masyarakat Kampung Kwimi, puluhan mahasiswa ini tidak hanya mempraktikkan teori metodologi penelitian yang didapat di bangku kuliah, tetapi juga melebur langsung dalam dinamika kehidupan sehari-hari warga setempat. Fokus utama dari kegiatan PPL 2 ini meliputi observasi partisipatoris, pemetaan sosial-budaya, pendokumentasian kearifan lokal, serta pemberdayaan masyarakat berbasis pendekatan antropologis.
Acara penutupan yang digelar pada Jumat (25/7/2025) berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perangkat kampung, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang berbaur dengan para mahasiswa.
Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas penerimaan masyarakat Kampung Kwimi yang sangat terbuka dan kooperatif selama proses pengambilan data dan interaksi sosial.
“Pengalaman yang kami dapatkan di Kampung Kwimi memberikan pelajaran berharga yang tidak bisa kami temukan hanya dari teks akademik. Nilai-nilai kekerabatan, gotong royong, dan kekayaan tradisi di Arso II ini menjadi bekal yang sangat penting bagi kami sebagai calon antropolog,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa dalam acara perpisahan tersebut.
Sementara itu, pihak perwakilan aparat Kampung Kwimi turut mengapresiasi kehadiran dan kontribusi para mahasiswa. Kehadiran mahasiswa Antropologi Sosial dinilai memberikan warna baru dan membantu memotivasi generasi muda di desa tersebut. Harapannya, hasil kajian dan interaksi yang telah dilakukan dapat menjadi masukan positif bagi pelestarian budaya dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Keerom.
Dengan berakhirnya program PPL 2 ini, ke-21 mahasiswa tersebut akan ditarik kembali ke kampus. Selanjutnya, data dan temuan lapangan yang telah mereka kumpulkan selama berada di Kampung Kwimi akan diolah menjadi laporan etnografi dan luaran akademik lainnya sebagai syarat pemenuhan kurikulum perkuliahan.